Cinta Yang Menghancurkan

Setiap dari kita mengenal cinta meskipun tidak ada yang mengenalkannya pada kita sejak kita sampai di dunia ini. Bukan ironi melihat mereka yang indah karena cinta, dan hilang karena cinta.
Sebagian dari mereka tersihir dan terjun selamanya, separuh dari sebagian mengacuhkannya, separuh dari sebagian mencoba memulai kembali, dan sebagian terakhir dari mereka binasa karena cinta.

Percayalah sesuatu yang paling kejam di dunia ini bukanlah Ibu Tiri ataupun Ibu Kota, melainkan HIDUP (dalam cinta). Mereka yang berhasil, hidup bagai Raja dan Ratu, namun mereka yang gagal, hidup bagai Budak dan Nestapa. Bukan kisah indah yang akan ku ceritakan saat ini, karena kisah indah sudah terlalu banyak bercerita di dongeng dan romansa film, ini nyata dan kepahitan hidup (dalam cinta).

Waktu itu musim panas enam tahun yang lalu, musim setiap insan memulai pendidikan baru dan dunia baru. Mengenali sosok-sosok baru adalah goal pertama dalam dunia baru, dan kisah mengatakan Aku mengenalnya, ku tulis namanya dalam satu perkamen daftar nama dalam ingatanku. Aku mengenalnya sebagai orang yang periang, ambisius, aktif, ketidak-beraturan, egois, labil, ramah (tapi aku ragu akan hal ini), dan pelupa.
Dia adalah orang dengan kedewasaan yang jauh diatasku, selalu memberikan nasehat-nasehat yang 'dalam', orang dengan keinginan yang tinggi, selalu berjanji terhadapku akan perubahannya namun fatalnya hingga saat ini dia belum menepati satupun janjinya, dan aku masih ingat sekali janji demi janjinya. Hingga suatu ketika dia mengenal apa itu "simbol berbentuk hati".

Dia mengenal yang lain saat kegiatan non-akademis diselenggarakan di luar sana pertengahan tahun berikutnya, aku melihat semua perubahan yang dialaminya, dari persahabatan, kewajiban, dan nilai B nya sendiri. Hari demi hari dia berangsur-angsur menjadi sosok dengan gadgetnya (gadget-minded), detik menuju menit, menit menuju jam, jam menuju hari, hari menuju minggu, minggu menuju bulan dan seterusnya kini perubahannya 180% karena cinta. Entah apa alasan dan pandangannya terhadap simbol berbentuk hati itu, apapun yang dia rasakan aku mengetahuinya. Aku melihat semua perjuangan dan pengorbanannya teruntuk dia yang lainnya.

Di tahun berikutnya, kini dia menjadi sosok dengan nilai B nya, aku katakan 3 tahun terakhir ini nyaris sia-sia. Hingga kisah memutuskan untuk memberi jarak pada mereka, ya.. dia yang lainnya pergi beratus-ratus miles jauhnya berusaha mencoba mengubah kehidupannya, lahirlah yang disebut Long Distance Relationship. Aku dengar minggu demi minggu berselisih paham sudah menjadi rutinitas, pasang-surut percintaan sudah bukan hal yang terhindarkan, aku lihat semua usaha dalam nyata dan mimpi semua sirna, mencoba hal baru yang dia tekuni namun masih gagal.

Sampai di penghujung 2013, semua kisah romantis, pahit dan asa berakhir, semua usaha dan pengorbanan yang dia lukiskan dan berikan kini berakhir sirna dan kelam, kini dia yang lainnya mendapati ketertarikan dengan yang lainnya di luar sana, bukan tidak mungkin memang tapi ini nyata, kegagalan cinta memang paling sakit dan kejam meski bukan aku yang merasakan, tapi aku melihatnya, kini hidupnya semakin murung dan muram, semua kata-kata dan prinsip yang dikatakannya padaku dulu kini telah tiada. Kini sehariannya berubah total, di masalalu dia bukanlah sosok perokok, dan pecandu kopi, namun sekarang dia ada didalamnya. Dia menjadi penghisap batang putih dengan api diujungnya, kini dia menjadi peminum cairan hitam berkafein, kini dua benda yang sebelumnya jauh darinya, kini menguasainya. Yang sampai saat ini ku khawatirkan adalah cairan pendosa menjadi kesehariannya.

Indah, memang dia sangat indah. Kejam, dia bahkan terlalu kejam bahkan mampu membuat alter ego yang baru yang diyakini bukanlah dia yang sesungguhnya.
Cinta memang mengenal dari dini tapi cinta juga mampu membunuh dari belia, bahkan mengubahmu dan menjadikanmu bukan lah dirimu yang sebenarnya, it's over!

Untuk yang bercinta, pelajarilah cinta itu seperti apa, buatlah pondasi jika kau gugur nanti, buatlah tongkat jika kau terjatuh nanti, pupuklah mental jika kau hancur nanti, karena cinta tidak akan memandang dengan siapa dia terlibat bahkan dengan orang futurisme dan bersifat dewasa, semua akan berubah jika kisah memutuskan untuk berubah.

Kayuh dan rengkuhlah cintamu wahai Sang Pecinta!
Because being a lovely... everything.



Sang Binasa
March 7th, 2014

No comments:

Post a Comment