Kisah Patah Hati

Hati adalah bagian terhidup dari semua raga, panas-dingin dunia, hitam-putih hidup hatilah yang paling merasakan, dan yang paling rapuh adalah, Hati Wanita. Hati wanita adalah lautan rahasia yang dalam. Semakin dalam kau menyelaminya semakin berat tekanan (air) tanggungjawab yang harus kau beban.

Saat itu musim dingin diawal tahun 2014, aku terbangun dari tidurku dan membuka ponselku dan mendapati status frontal seseorang disalah satu jejaring sosial yang kiranya "lost control" rasanya aku paham dengan kondisinya, dia tidak cukup mengenalku, tapi kenapa aku tiba-tiba peduli? Kisah mengizinkanku untuk mengambil bagian ini, disinilah aku terlibat…

08:46 AM | Jum'at, 17 Januari 2014 | Jejaring sosial
dan..

Seperti yang telah ku utarakan, kisah memutuskan aku mengambil bagian disini dan bersuara..

“udah udah, ga semestinya kalian pada ngomong kayak gitu, apalagi dihadapan umum. lebih bijak lagi kalo orang ketiga diantara kalian yang berbicara dan menyelesaikan masalah.”

Namun mereka bagaikan api yang tersulut nan membara.


Tanpa disangka perselisihan ini berlangsung hingga esok hari. Minggu, 18 Januari 2014.
Untuk yang keduakalinya aku bersuara, kini lebih spesifik pada masing-masing tribute.

"@[yang post status] : udah "X" ga usah disesalin, cuma seorang pecundang yg bisa nglakuin cewek kayak gtu, biarin aja. Km yg sabar aja ya, dunia tu ga sesempit pikirannya masih byk hal yg mesti km lakuin drpda mikirin cowo, masih ada keluarga, masadepan, sahabat, dan karirmu. Santai aja, semangat yah”
"@[yang mentioned] : ya udah mba "Y" ga enak diliatin byk org entar, makasih ya"

Itu suara terakhirku dalam arena menegangkan, setelah itu tidak ada lagi satupun tribute yang menyangkal atau melontar kata-kata seaneh asparagus. (What the girls!)

Masih dihari yang sama, setelah tiga jam salah satu dari mereka (X) berkata :


Dengan gamblang ku balas : " Anytime ;) "

Dia membalas balik dengan jawaban yang mainstream: "aku ngerti kie susah ,tp tek coba nggo lupakna kabehan"

Mengerti akan kondisinya, aku balas sekali lagi : "aku juga tau ko, semua butuh waktu. tapi sebaiknya jgn pernah mencoba utk melupakan, karna itu bakal susah dan hanya buat km sedih. tp cobalah utk mengikhlaskan, kelak sesuatu itu akan pergi dg mudahnya."

Dia langsung mengucapkan terimakasih berkali-kali, dalam hati ku berkata "Hey ini malam minggu aku tidak keberatan jika kau ajak aku makan malam keluar, tidak perlu berbanyak terimakasih" #DSIGG!! (apa yang kau lakukan Vin!) Ah lupakanlah. Get well soon she who the name lettered T!


Dunia ini memang tak pernah sempurna, tapi akan seperti apa kau buat dunia sempurnamu ?


~ Sang Binasa. January, 18th 2014

No comments:

Post a Comment